Feeds RSS

Kamis, 22 April 2010

MENGAPA DO'A TIDAK DIKABULKAN

Pada suatu hari Sayidina Ali berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah jamaah sambil berkata, "Ya Amirul Mu'minin, mengapa do'a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur'an, "Ud'uuni astajiblakum" (berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).


Sayidina Ali menjawab, "Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :

1. Engkau mengaku beriman kepada Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya.
2. Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi menentang sunnah dan mematikan syari'atnya.
3. Engkau membaca Al Qur'an, tetapi tidak kau amalkan.
4. Engkau berkata, "Sami'na wa aththa'na " (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.
5. Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga.
6. Setiap saat engkau merasakan kenikmatan yang diberikan Allah, tetapi tetap tidak mensyukurinya.
7. Allah memerintahkanmu agar memusuhi syaithan, tetapi kau malah bersahabat dengannya.
8. Engkau ungkit cacat dan kejelekkan orang lain, padahal kau sendiri yang sebenarnya lebih berhak dicela

"Nah, bagaimana mungkin do'amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do'a. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma'ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do'amu itu".

Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki datang kepada Imam Ja'far Ash Shiddiq, lalu berkata, "Ada dua ayat dalam Al Qur'an yang belum aku pahami?"
"Bagaimana dua bunyi ayat itu?" Tanya Imam Ja'far.
"Yang pertama berbunyi "Ud'uuni astajib lakum" (Berdo'alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu'min [40] : 60). "Lalu aku berdo'a dan aku tidak melihat do' aku diijabah," ujarnya.
"Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far.
"Tidak," jawab orang itu.

"Lalu ayat yang kedua apa?" Tanya Imam Ja'far lagi.
"Ayat yang kedua berbunyi "Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin" (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya," ujarnya.
"Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far lagi.
"Tidak," jawabnya.
"Lalu mengapa?" Tanya imam Ja'far.
"Aku tidak tahu," jawabnya.

Imam Ja'far kemudian menjelaskan, "Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati perintah Allah, kemudian engkau berdo'a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do'amu. Adapun engkau berinfak tapi tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo'a kepada Allah, maka berdo'alah kepada-Nya dengan Jihad Do'a. Tentu Alah akan menjawab do'amu walaupun engkau orang yang berdosa."

"Apa yang dimaksud Jihad Do'a?" sela orang itu.

"Agungkanlah Allah, kemudian bacalah shalawat untuk Nabi Muhammad SAW dengan penuh kesungguhan. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah itu, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang engkau peroleh itu.

Kemudian ingat dosa-dosamu satu demi satu. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan serta rasa takut, tetapi juga dipenuhi harapan dan keikhlasan.

Kemudian katakanlah, Ya Allah, aku meminta ampunan dan taubat kepada-Mu atas seluruh dosaku. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyia-nyiakan do'amu," papar Imam Ja'far.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda disini